Arzeti Sebut Program MBG Jadi Jawaban Tepat Atasi Permasalahan Gizi Pada Anak
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Kolaka, Sulawesi Tenggara (25/11) – Masa depan yang lebih baik menjadi harapan bagi semua orang, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digalakan pemerintah saat ini membawa harapan baru untuk menjawab tantangan dimasa depan. Program MBG sejalan dengan visi Indonesia menuju generasi produktif atau generasi emas ditahun 2045.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka dalam upayanya mensejahterakan rakyat Indonesia. Nutrisi tepat dan gizi seimbang diharapkan mampu mencetak generasi berkualitas dimasa depan. Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Ahmad Safei saat sosialisasikan program MBG di Desa Lalonggolosua, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara pada Jumat, (21/11).
“Ada banyak cara yang dilakukan mulai dari sosialisasi, penyediaan dapur gizi, hingga pemberian makanan bergizi kepada para pelajar, program ini tidak hanya memberi makan, tetapi memberi harapan bagi masa depan generasi kita,” ucap Ahmad Safei.
Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak. Oleh karena itu, memastikan asupan nutrisi yang memadai di usia dini menjadi prioritas utama.
Nutrisi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia.
Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materiil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.
Badan Gizi Nasional memproyeksikan Indonesia akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.