Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat – Indonesia sedang mempersiapkan diri menuju Generasi Emas di tahun 2045. Salah satu persiapan yang dilakukan yakni dengan membuat kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Memberikan akses gizi yang tepat sejak dini merupakan fondasi kuat dalam membangun bangsa yang hebat.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi.
Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menyampaikan bahwa pemberian akses gizi sejak dini merupakan investasi besar bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Asupan nutrisi yang tepat akan menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan SDM yang unggul.
“Kesehatan anak dan ibu hamil adalah fondasi bagi masa depan bangsa. Bersama BGN, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, terutama kelompok rentan, memiliki akses terhadap asupan nutrisi yang memadai,” tutur Putih Sari saat sosialisasikan program MBG pada Jumat, 20 Juni 2025.
Sinergi bersama diperlukan agar program MBG dapat berjalan dengan optimal. Program MBG tentunya akan membutuhkan penguatan ataupun kolaborasi lintas sektor dari pihak-pihak terkait.
“Kolaborasi ini kami harapkan mampu mempercepat penanganan gizi buruk di Purwakarta, sekaligus memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat,” harap Putih Sari.
Program MBG bukan sekadar pemberian makanan, melainkan strategi jangka panjang untuk menciptakan SDM unggul Indonesia sebagai persiapan menuju Generasi Emas di tahun 2045 dengan fokus pada kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas masyarakat.
Program MBG tentunya akan membutuhkan penguatan ataupun kolaborasi lintas sektor dari pihak-pihak terkait. Pemerintah daerah memiliki pemahaman yang sama dan komitmen kuat dalam implementasi program MBG mengingat gizi adalah urusan bersama yang harus dibenahi. Koordinasi antara BGN, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota diharapkan akan saling bersinergi demi kelancaran program MBG.(*)