Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Anggota Komisi IX DPR RI Maharani Jawab Pertanyaan Mengapa Program MBG Tidak Berbentuk Uang

 

 

Rokan Hilir, Riau – Anggota Komisi IX DPR RI Maharani menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan dalam bentuk makanan agar tepat sasaran. Memberikan gizi dalam bentuk makanan dianggap lebih efektif dalam mendorong lahirnya generasi sehat dan cerdas bangsa Indonesia dimasa mendatang.   

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan juga untuk mengatasi permasalahan stunting dan malnutrisi.

Saat ditanya oleh peserta yang hadir disosilisasi program MBG tersebut Maharani menegaskan bahwa pemberikan gizi ke masyarakat akan lebih tepat sasaran jika dilakukannya seperti ini yakni dengan memberikan makanan.

“Saya sering mendengar pertanyaan kenapa uangnya tidak langsung diberikan kepada masyarakat. Pemerintah memastikan program ini dirancang agar manfaatnya tepat sasaran, bukan hanya bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti petani dan pelaku UMKM lokal,” terang Maharani saat sosialisasikan program MBG di Sintong Rokan Hilir pada Sabtu, 3 Agustus 2025.

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

 

Tak hanya itu, Maharani juga berharap agar mayarakat terlibat aktif dalam program MBG khususnya dalam menghidupi dapur sehat atau biasa disebut dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dengan kerja sama semua pihak, manfaat MBG akan dirasakan langsung oleh anak-anak, keluarga, dan masyarakat.” Harap Maharani.

 

Program MBG akan menyasar pada empat kelompok penerima manfaat yakni peserta didik dari PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Diharapkan 20 tahun ke depan, generasi penerima MBG menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

Program MBG diharapkan mampu memenuhi 20–30% kebutuhan kalori harian anak-anak sekaligus meningkatkan literasi gizi masyarakat. Selain itu, dapur umum (SPPG) yang menjadi pusat pengolahan makanan bergizi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

 

 

 

Artikel Terkait