Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Anggota Komisi IX DPR RI: MBG adalah Investasi Bangsa demi Generasi Emas 2045

Lahat, Sumatera Selatan (19/11) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan utama dalam sosialisasi yang digelar di Aula Hotel Cendrawasih, Kabupaten Lahat. Hadir sebagai narasumber utama, Anggota Komisi IX DPR RI, Sri Meliyana, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Melalui narasinya, Sri Meliyana menekankan bahwa pemerintah menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama, terutama melalui pendekatan gizi sejak dini yang dinilai sebagai fondasi bagi lahirnya generasi sehat dan produktif. “MBG bukan sekadar program bantuan makanan, tetapi investasi bangsa. Melalui gizi yang baik, kita membangun generasi yang sehat secara fisik dan mental. Gizi adalah kunci kualitas SDM Indonesia ke depan,” tutur Sri Meliyana saat sosialisasikan program MBG dihadapan ratusan warga Lahat pada Sabtu, (15/11)

Sebagai anggota legislatif yang mengawal sektor kesehatan dan ketenagakerjaan, Sri Meliyana menjelaskan bahwa Komisi IX DPR RI terus mendukung langkah pemerintah dalam menekan angka stunting serta memperbaiki akses terhadap pangan bergizi. Ia juga menuturkan bahwa kehadiran Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan garda terdepan untuk memastikan sinergi dan implementasi program dapat berjalan efektif hingga tingkat daerah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengawasan dari masyarakat agar program MBG tepat sasaran, tepat gizi, dan tepat waktu. Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi yang membuka kesadaran publik mengenai pentingnya pola makan sehat dan penerapan B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) dalam kehidupan sehari-hari.

Tak hanya fokus pada gizi, Sri Meliyana juga menggambarkan bahwa MBG memiliki multiplier effect terhadap perekonomian lokal. Dapur-dapur penyedia makanan akan melibatkan pelaku usaha dan bahan pangan dari masyarakat sekitar, sehingga dapat menggerakkan ekonomi sekaligus membangun ekosistem kesehatan yang inklusif. “Ini adalah gerakan bersama untuk generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sebagai penutup, Anggota Komisi IX DPR RI tersebut menyampaikan harapan agar program ini tidak hanya diterima, tetapi juga dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat. Dengan gizi yang berkualitas dan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, generasi sehat, produktif, dan mandiri bukan lagi mimpi namun sebuah kenyataan yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.

 

 

Artikel Terkait