Manfaat Kelapa Muda Merah yang Jauh Lebih Baik Dibanding Kelapa Muda Biasa
Kandungan manfaat dalam kelapa muda merah Lebih tinggi dibanding kelapa muda biasa untuk kesehatan t
Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur – Pemerintah melalui Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berkomitmen tinggi terhadap penurunan kasus stunting. Salah satunya seperti yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo yang terus mengalami penurunan kasus stunting dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam kegiatan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tropodo, Sidoarjo Senin, 10 Februari 2025. Perwakilan Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari mengungkapkan bahwa Kabupaten Sidoarjo mengalami tren penurunan kasus yang sudah cukup baik.
Kabupaten Sidoarjo menjadikan kasus stunting jadi salah satu permasalahan yang harus dibenahi semaksimal mungkin. Hasilnya, dalam beberapa tahun terakhir, Sidoarjo mengalami tren penurunan kasus stunting yang signifikan.
“Pada Agustus 2023, tercatat 5.026 balita terindikasi stunting, angka stunting di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Lucy Kurniasari.
Lucy menilai bahwa angka penurunan kasus yang terus mengalami penurunan ini merupakan buah upaya kerja keras dari berbagai lintas sektor.
“Penurunan ini merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, termasuk kerja sama lintas sektor dan program intervensi gizi,” sambungnya.
Dengan adanya program Makan Bergizi Gratis, Lucy berharap program baru ini bisa semakin mempercepat penurunan kasus angka stunting di wilayahnya.
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen untuk menurunkan angka stunting melalui berbagai program, salah satunya program Makan Bergizi Gratis. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Sidoarjo,” jelas Lucy Kurniasari.
Program MBG yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia ini memakan anggaran awal Rp. 71 triliun untuk menjangkau 17,5 juta penerima manfaat hingga September 2025. Namun menurut Menteri Keuangan, anggaran program ini akan ditambah Rp. 100 triliun, sehingga menjadi Rp 171 triliun. Bila ditambah Rp. 100 triliun, bisa menyasar 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun 2025.
Dalam program ini, makanan yang disediakan tentu sudah mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.