Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Badan Gizi Nasional Hadir Sebagai Kontrol Utama dalam Program MBG

Karawang, Jawa Barat – Badan pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau biasa disebut Badan Gizi Nasional (BGN) mempunyai peranan penting dalam program Makan Bergizi Gratis. Hal tersebut disampaikan langsung oleh anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana dalam sosialisasi Jumat, 14 Februari 2025.

Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. BGN fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional (MBG) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Untuk itu kehadiran Badan Gizi Nasional menjadi penggerak utama dalam program MBG ini. BGN akan memberikan asupan gizi yang tepat dalam setiap makanan yang akan diberikan kepada penerima manfaat.

 

MBG akan memastikan makanan yang disediakan sudah mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.

 

Kehadiran Badan Gizi Nasional merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program-program gizi di tingkat nasional maupun daerah,” tutur Cellica dalam sosialisasi MBG Jumat, 14 Februari 2025.

 

Dalam menjalankan proyek nasional yang begitu besar ini tentunya BGN tak sendirian dalam mengurus MBG. Masyarakat akan dilibatkan secara langsung dan mempunyai peranan yang penting saat dilapangan.

“Tentu dengan melibatkan masyarakat sebagai control agar program ini tetap berjalan baik, berkesinambungan dan berhasil bagi masa depan bangsa Indonesia,” tambahnya.

 

Masyarakat akan dilibatkan secara langsung dalam dapur MBG atau biasa disebut dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang setiap harinya akan menyiapkan ribuan makanan untuk dibagikan kepada penerima manfaat.

Setiap dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Termasuk 45 – 50 petugas memasak makanan.

 

Artikel Terkait