Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Palembang, Sumatera Selatan – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan penerima manfaat kelompok 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang masih harus ditambah. Kelompok penerima manfaat 3B merupakan non peserta didik yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.
Hal itu disampaikan dalam sosialisasi PPM Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN di Hotel Luminor, Palembang 12-13 Juni 2025. BGN hadir untuk mengatasi permasalahan gizi buruk secara bertahap yang dimulai dengan memberikan makanan bergizi.
Direktur Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana menyampaikan bahwa program MBG di Palembang masih harus dilakukan sosialisasi agar penerima manfaat MBG semakin bertambah luas.
“Berdasarkan data yang ada penerima manfaat non peserta didik dari 3B yakni ibu menyusui, ibu hamil, dan balita masih rendah,” ucap Tengku Syahdana.
“Saat ini kebutuhan pangan untuk program makan bergizi dapat disediakan 10% dan 90% nya masi butuh bantuan dari luar,” tambahnya.
Program MBG tentunya akan membutuhkan penguatan ataupun kolaborasi lintas sektor seperti lembaga atau pihak terkait di daerah yang memiliki pemahaman yang sama dan komitmen kuat dalam implementasi program MBG mengingat permasalahan gizi adalah urusan bersama yang harus dibenahi.
Kemudian, Deputi Promosi dan Kerja Sama Nyoto Suwignyo menyampaikan bahwa program MBG juga akan mendorong pertumbuhan perekonomian warga. Masyarakat akan berperan aktif dalam program MBG dengan menjadi mitra kerja atau juga petugas di dapur sehat.
“Para Investor diharapkan tidak hanya fokus kepada dapur, namun juga harus melihat peluang dalam hal bahan baku. Selain itu, Koperasi harus menjadi ekosistem pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha dalam mendukung program MBG,” ucap Nyoto Suwignyo.
Program MBG juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Satu SPPG akan menyerap 45 - 50 petugas yang akan memasak makanan.