Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa.

Bukan Sekedar Memberikan Makanan, Program MBG Adalah Investasi Besar Bangsa

 

Blora, Jawa Tengah - Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya sekedar memberikan makanan saja tapi merupakan investasi besar bangsa Indonesia dimasa yang akan datang. Dengan memberikan asupan gizi yang cukup diharapkan akan melahirkan generasi yang berkualitas, cerdas, dan berdaya saing global.

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto saat sosialisasikan program MBG didepan ratusan warga Blora Minggu, 25 Mei 2025. Selain meningkatkan gizi, pogram MBG juga bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi kasus stunting dan malnutrisi.

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kelompok anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Program MBG merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan gizi masyarakat yang terkadang terbatas aksesnya.

Ini bukan sekadar soal makanan, tetapi sebuah investasi masa depan—karena anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa esok hari,” ujar Edy Wuryanto.

 

Tujuan dari program MBG yakni untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak sejak dini. Program ini juga didorong untuk mendukung tumbuh kembang anak agar menjadi generasi unggul dan berdaya saing.

Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada tahun 2030–2040, di mana jumlah penduduk usia produktif akan sangat besar. Persiapan melalui peningkatan kualitas gizi generasi muda adalah kunci untuk memaksimalkan peluang ini menjadi modal utama yang perlu diperhatikan.

Program MBG juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

Artikel Terkait