Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Karangasem, Bali – Tingginya angka kekurangan gizi, stunting, dan malnutrisi di Indonesia membuat pemerintah harus bergerak cepat mengatasi permasalahan tersebut. Penguatan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan menjadi solusi mengatasi segala permasalahan gizi yang ada.
Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani saat sosialisasikan program MBG di Desa Adat Tianyar, Bali pada Sabtu, 14 Juni 2025. MBG bertujuan mengatasi permasalahan gizi buruk secara bertahap, dimulai dengan pemberian makanan bergizi yang dimulai sedini mungkin.
Program prioritas yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun generasi unggul yang sehat dan kompetitif di masa mendatang.
“Berdasarkan data menunjukkan angka kekurangan gizi seperti stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan besar yang sedang dihadapi bangsa ini. Oleh karena itu Komisi IX DPR RI mendukung program Makan Bergizi Gratis dalam mencegah permasalahan gizi di Indonesia,” ucap Tutik.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya di masa depan.
Program ini menjadi titik awal dalam membentuk generasi bangsa yang sehat, unggul, dan berdaya saing tinggi. Hanya dengan komitmen bersama dan integritas dalam pelaksanaannya, visi menciptakan masyarakat Indonesia yang cerdas dan tangguh dapat diwujudkan dengan nyata.
Secara keseluruhan, sosialisasi ini menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis adalah investasi krusial bagi masa depan bangsa, yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan tata kelola profesional untuk mencapai potensi maksimalnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah diharapkan melanjutkan dan memperluas kegiatan sosialisasi serupa ke berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya di lingkungan akademisi, tetapi juga komunitas desa, perkotaan, dan pihak swasta.(*)