Anggota Komisi IX DPR RI Cellica Nurrachadiana saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa.

Cellica Nurrachadiana Tekankan Dukungan Dirinya Terhadap Program MBG di Karawang

Karawang, Jawa Barat (28/9) – Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan di Kabupaten Karawang, tepatnya di Desa Cikuntul, pada Jumat (26/9). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana yang menekanan dukungan dirinya untuk terus mengawal program MBG.

Dalam sambutannya, Cellica Nurrachadiana menegaskan dukungannya sebagai wakil rakyat di Komisi IX yang membidangi kesehatan, kesejahteraan rakyat, dan ketenagakerjaan.

“Saya sebagai anggota DPR RI Komisi IX yang membidangi kesehatan, kesejahteraan rakyat, dan ketenagakerjaan, sangat mendukung program makan bergizi gratis bagi anak sekolah, ibu hamil, dan bayi,” ujar Cellica Nurrachadiana.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa manfaat program MBG tidak hanya sebatas penambahan asupan gizi, melainkan juga pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Dampak dari program ini bukan hanya pada tambahan gizi semata, tetapi juga untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan kuat menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Cellica juga mengajak masyarakat untuk ikut serta mengawal keberlangsungan program MBG agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kehadiran Badan Gizi Nasional merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program gizi baik di tingkat nasional maupun daerah. Namun, yang paling penting adalah keterlibatan masyarakat sebagai pengawas agar program ini tetap berjalan baik dan berkesinambungan,” jelasnya.

 

Sementara itu, perwakilan BGN, Rahma Dewi Auliyasari, menambahkan bahwa program MBG turut membuka peluang pemberdayaan ekonomi melalui dapur umum dan distribusi bahan pangan. Sedangkan Dinas Kesehatan Karawang menekankan pentingnya sinergi antara pusat, daerah, dan masyarakat agar tujuan program tercapai.

Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

 

Artikel Terkait