Anggota Komisi IX DPR RI Delia Pratiwi saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa.

Delia Pratiwi: Kolaborasi DPR RI dan BGN Dorong Percepatan Program MBG

 

Langkat, Sumatera Utara – Kolaborasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) adalah upaya dalam mendorong percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG merupakan upaya pemerintah dalam menekan tingginya kasus stunting dan malnutrisi.

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI Komisi IX Delia Pratiwi, saat sosialisasikan program MBG di Kabupaten Langkat Rabu, 18 Juni 2025. Program MBG resmi diluncurkan pemerintah pada 6 Januari 2025 lalu dan secara bertahap akan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI Delia Pratiwi menyatakan bahwa kehadiran Badan Gizi Nasional sangat membantu dalam menangani masalah gizi buruk, khususnya di Sumatera Utara.

“Kolaborasi antara BGN dan DPR sangat penting untuk mempercepat proses pengentasan masalah gizi buruk melalui pendekatan bertahap,” tambahnya.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya di masa depan.

BGN menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, dalam menangani masalah gizi buruk secara efektif dan menyeluruh. Realisasi program ini tidak dapat dicapai tanpa adanya dukungan konkret dan kesadaran kolektif dari seluruh pihak.

Program MBG menjadi titik awal dalam membentuk generasi bangsa yang sehat, unggul, dan berdaya saing tinggi. Hanya dengan komitmen bersama dan integritas dalam pelaksanaannya, visi menciptakan masyarakat Indonesia yang cerdas dan tangguh dapat kita wujudkan secara nyata.

 

Kolaborasi antara Anggota DPR RI, Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi langkah strategis dalam menanggulangi permasalahan gizi di Banjarbaru secara berkelanjutan.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah stunting dan gizi buruk sejak masa kehamilan hingga usia pertumbuhan anak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya konsumsi pangan yang aman dan bergizi.

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait