Delia Pratiwi saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa.

Delia Pratiwi Optimis Program MBG Atasi Stunting di Masyarakat

 

Karo, Sumatera Utara – Delia Pratiwi yang duduk di Komisi IX DPR RI optimis program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menekan sekaligus mengatasi kasus stunting di masyarakat. Sebab, kasus stunting dan malnutrisi di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan bila tidak segera ditangani.

Untuk menjawab tantangan tadi, DPR RI bekerja sama dengan mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan program MBG. Salah satu langkah awal yang dilakukan yakni dengan menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk warga Karo, Sumatera Utara.

Program ini resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 lalu dan secara bertahap akan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Anggota DPR RI, Delia Pratiwi, berharap dengan adanya program baru ini akan mengatasi kasus stunting dan malnutrisi yang terjadi dimasyarakat.

“Hadirnya program ini akan membantu mengurangi angka gizi buruk, mencukupi gizi anak-anak, mencukupi gizi ibu hamil, dan membantu menanggulangi kasus stunting di Indonesia,” tutur Delia Pratiwi saat sosialisasikan program MBG Kamis, 17 April 2025.

 

Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan baik dan berkualitas.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah stunting dan gizi buruk sejak masa kehamilan hingga usia pertumbuhan anak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya konsumsi pangan yang aman dan bergizi.

Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

 

 

 

Artikel Terkait