Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Bengkulu Utara, Bengkulu – Masyarakat Desa Tanah Tinggi Bengkulu mempunyai permasalahan gizi buruk seperti yang terjadi disebagian wilayah Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi fenomena tersebut dengan memberikan akses gizi yang tepat bagi para penerima manfaat.
DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program MBG diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Dengan dilakukannya sosialisasi di Desa Tanah Tinggi, Padang Jaya Bengkulu, anggota Komisi IX DPR RI Eko Kurnia Ningsih berharap program MBG ini dapat menyelesaikan permasalahan gizi di Indonesia khususnya yang ada di Bengkulu.
“Tingginya angka malnutrisi dan stunting di Indonesia, termasuk Bengkulu yang mempunyai permasalahan gizi buruk berdampak pada prestasi dan kesehatan jangka panjang setiap individu,” kata Eko Kurnia Ningsih saat sosialisasikan program MBG di Desa Tanah Tinggi Bengkulu pada Minggu, 27 Juli 2025.
“Untuk itu negara harus hadir menjamin hak anak untuk hidup sehat dan tumbuh optimal,” tambahnya.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya setiap individu dimasa depan.
Masyarakat Indonesia, khususnya warga Bengkulu diharapkan dapat memahami pentingnya asupan gizi seimbang serta mengenali lebih dalam tujuan dari Program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional.
Realisasi program ini tidak dapat dicapai tanpa adanya dukungan konkret dan kesadaran kolektif dari seluruh pihak. Untuk itu, Badan Gizi Nasional membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat yang ingin berkontribusi secara langsung, baik melalui kemitraan dalam pelaksanaan dapur sehat atau SPPG (Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi).
Dukungan masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat diharapkan dapat berjalan baik dan semakin berkembang hingga menjadi solusi jangka panjang bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia.