Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

DPR RI: Ada Banyak Sekali Manfaat yang Masyarakat Dapat dari Program MBG

Purwakarta, Jawa Barat (8/11) – Masyarakat akan menjadi prioritas terdepan dari dibentuknya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. Makan Bergizi Gratis sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak. Oleh karena itu, memastikan asupan nutrisi yang memadai di usia dini menjadi prioritas utama.

Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari menyampaikan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya di masa depan.

“Melalui program ini, kami berharap tumbuh kesadaran kolektif tentang pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak. Selain itu, kami ingin program ini turut menumbuhkan ekonomi di sekitar lokasi pelaksanaannya sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tutur Putih Sari saat sosialisasikan program MBG di GOR Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Jumat (7/11)..

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan.

 

Selain itu, program MBG juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

 

 

Artikel Terkait