Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

DPR RI: BPOM dan DinKes Akan Awasi Ketat Setiap Dapur SPPG

Depok, Jawa Barat (31/10) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan akan awasi langsung pelaksanaan dapur sehat disetiap daerah. Dapur sehat atau biasa disebut dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi elemen utama dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji saat sosialisasikan program MBG di Gedung The Castle, Depok, Rabu (29/10). Sebagai wakil rakayt, Nuroji menginginkan program ini dapat berjalan dengan baik dan makanan yang diberikan ke penerima manfaat layak untuk dikonsumsi.

“Setiap dapur dikelola oleh tenaga ahli gizi dan diawasi secara ketat oleh BPOM serta Dinas Kesehatan. Pemerintah secara rutin melakukan inspeksi ke dapur-dapur penyedia agar makanan yang diberikan tetap higienis dan layak konsumsi,” kata Nuroji.

Pemerintah akan menjamin mengenai makanan yang disediakan sudah mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi. Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul

Program MBG menjadi titik awal dalam membentuk generasi bangsa yang sehat, unggul, dan berdaya saing tinggi. Hanya dengan komitmen bersama dan integritas dalam pelaksanaannya, visi menciptakan masyarakat Indonesia yang cerdas dan tangguh dapat diwujudkan secara nyata.

 

Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak. Oleh karena itu, memastikan asupan nutrisi yang memadai di usia dini menjadi prioritas utama.

Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materiil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.

 

 

Artikel Terkait