Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

DPR RI Pastikan Program MBG Merata dan Tepat Sasaran

Cirebon, Jawa Barat (27 Oktober 2025) — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak dini. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi program MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Andalus City, Cirebon, pada Minggu (26/10).

Menurut Netty, program MBG menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses terhadap asupan gizi yang layak, aman, dan berkelanjutan. Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

“DPR memiliki tanggung jawab memastikan program ini memiliki dasar hukum yang kuat serta pelaksanaannya berjalan merata hingga ke daerah. Kami melakukan pengawasan agar kualitas gizi, transparansi pendanaan, dan keamanan makanan benar-benar terjaga,” ujarnya.

Netty juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terkait konsumsi makanan sehat. Ia mendorong agar kesadaran gizi dimulai dari rumah tangga. “Makanan bergizi tidak harus mahal atau dari restoran. Dari dapur sendiri pun kita bisa mulai kebiasaan makan sehat. Mari ubah pola konsumsi mulai dari rumah,” tegasnya.

 

Senada dengan itu, Anggota DPRD Kota Cirebon, Karso, menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. “Kebijakan ini tidak hanya menyangkut distribusi pangan, tetapi juga memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan UMKM daerah. Dengan begitu, MBG menjadi penggerak ekonomi berbasis komunitas,” jelas Karso.

Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materiil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.

 

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

Artikel Terkait