Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

DPR RI Tekankan Kolaborasi Bersama Agar Program MBG Berjalan dengan Optimal

Blitar, Jawa Timur (24/10) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat dukungan kuat dari kalangan legislatif sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Anggota DPR RI, Sarmuji saat sosialisasikan program MBG yang digelar di Aula Kantor Desa Jatinom, Kabupaten Blitar, pada Kamis, (23/10).

“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar agenda bantuan sosial, tetapi investasi besar untuk membangun sumber daya manusia unggul. Ketika anak-anak kita terpenuhi gizinya, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Sarmuji di hadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan MBG. “Tantangan gizi seperti stunting dan ketimpangan akses pangan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Harus ada kolaborasi lintas sektor agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat di semua lapisan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias Maulana, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memperkuat tata kelola yang transparan dan berkelanjutan.

“BGN berkomitmen memastikan seluruh proses MBG berjalan sesuai prinsip gizi seimbang, higienitas, dan keamanan pangan. Kami juga mengembangkan sistem digital agar akuntabilitas program dapat diawasi dengan baik dan manfaatnya tepat sasaran,” terang Ade.

 

Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak. Oleh karena itu, memastikan asupan nutrisi yang memadai di usia dini menjadi prioritas utama.

 

Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

Artikel Terkait