Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa.

Edy Wuryanto: Kabupaten Grobogan Membutuhkan Tambahan 80 Dapur Sehat

Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengungkapkan bahwa di Grobogan membutuhkan setidaknya 80 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjangkau lebih luas penerima manfaat. SPPG atau biasa disebut dapur sehat merupakan elemen utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Dalam kegiatan sosialisasi kepada ratusan warga Purwodadi anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyampaikan mengenai persiapan Kabupaten Grobogan menyambut program MBG. Untuk itu, Edy juga meminta kepada masyarakat untuk dapat berperan aktif bersama-sama menyukseskan program MBG.

Kabupaten Grobogan sendiri membutuhkan sekitar 80 SPPG untuk memenuhi kebutuhan yang merata di seluruh wilayah. Untuk itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat di Grobogan, sangat dibutuhkan guna mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan,” ucap Edy Wuryanto saat sosialisasikan program MBG pada Jumat, 20 Juni 2025.

Meski begitu, kini telah beroperasi dua SPPG dan delapan lainnya sedang dalam tahap persiapan menuju operasional. Kita berharap proses verifikasi dapat dipermudah, agar dapur-dapur ini dapat segera aktif dan melayani masyarakat secara luas,” harap Edy.

Program MBG adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap generasi penerus bangsa. Dengan adanya makanan bergizi yang disediakan setiap hari, anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan yang cukup tetapi juga bisa lebih fokus dalam belajar.

Program MBG juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi SPPG.

Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Setiap dapur MBG dikelola oleh seorang kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Satu SPPG akan menyerap 45- 50 petugas yang akan menyiapkan makanan.

Secara keseluruhan, sosialisasi ini menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis adalah investasi krusial bagi masa depan bangsa, yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan tata kelola yang profesional untuk mencapai potensi maksimalnya.(*)

Artikel Terkait