Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa.

Edy Wuryanto: Kabupaten Pati Sudah Mendirikan 7 Dapur Sehat

Kabupaten Pati, Jawa Tengah – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau biasa disebut dengan dapur sehat merupakan elemen utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini total sudah terdapat tujuh dapur sehat yang sudah beroperasi di Pati.  

Kepastian berdirinya tujuh dapur sehat di Pati itu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional saat sosialisasikan program MBG di Pati pada Selasa, 17 Juni 2025. Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam memerangi stunting dan malnutrisi.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyampaikan bahwa proses penyebaran program MBG di daerah Pati berjalan dengan baik hal itu dibuktikan dengan sudah berdirinya tujuh dapur sehat yang tersebar di berbagai wilayah.

“Di Kabupaten Pati, upaya pelaksanaan program MBG telah menunjukkan kemajuan signifikan. saat ini, telah berdiri tujuh Satuan Produksi Pangan Gizi (SPPG) yang sudah mulai beroperasi,” ucap Edy Wuryanto.

Kehadiran dapur gizi atau SPPG membuka peluang kerjasama dengan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil seperti pedagang sayur, buah, ikan, serta ayam. Ini adalah kesempatan besar untuk memberdayakan masyarakat lokal, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Saat ini, Badan Gizi Nasional bersama DPR RI tengah menggencarkan sosialisasi program kepada seluruh elemen masyarakat. Dalam upaya ini, beliau mengundang masyarakat luas, khususnya para orangtua, komunitas pendidikan, dan para pemuda, untuk aktif mendukung implementasi program MBG.

Partisipasi bersama sangat diperlukan agar target optimalisasi pemenuhan gizi bagi anak-anak di seluruh Indonesia dapat tercapai sesuai rencana di tahun ini. Sebagai bagian dari pelaksanaan program, pemerintah juga terus mendorong pendirian SPPG.

Program MBG dilatarbelakangi oleh tingginya angka stunting nasional, yang saat ini mencapai 19,8 persen atau sekitar 4,48 juta anak. Program ini tidak hanya bertujuan menurunkan angka stunting dan gizi buruk, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.(*)

Artikel Terkait