Tiga Tips Sederhana yang Efektif untuk Menurunkan Berat Badan
Salah satu tujuan utama saat diet adalah mengonsumsi cukup protein dan serat di setiap waktu makan.
Kepahiang, Bengkulu (5/10) – Anggota Komisi IX DPR RI, Eko Kurnia Ningsih, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah bentuk nyata hadirnya negara dalam menjamin hak anak untuk tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. Hal itu disampaikan Eko Kurnia dalam kegiatan sosialisasi MBG yang digelar di Gedung Serba Guna Kuto Aur, Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, pada Sabtu (4/10).
Menurut Eko, MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan, melainkan strategi komprehensif pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini.
“Program ini hadir bukan sekadar memberi makan, tetapi memastikan generasi emas Indonesia tumbuh optimal dengan gizi seimbang. Anak-anak, remaja, hingga ibu hamil harus mendapat perhatian khusus agar terhindar dari malnutrisi dan stunting,” ucap Eko Kurnia Ningsih.
Eko menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, sekolah, hingga masyarakat. Ia menekankan bahwa penerapan MBG dilakukan dengan sistematis melalui pembangunan dapur higienis, pelatihan juru masak, serta pengawasan kualitas bahan pangan.
“Sinergi ini penting agar MBG tidak hanya sekadar slogan, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi kesehatan masyarakat Bengkulu. Dengan dukungan bersama, kita bisa pastikan anak-anak belajar tanpa lapar, tumbuh sehat, dan berdaya saing tinggi,” lanjutnya.
Selain berdampak pada kesehatan, Eko juga menyoroti potensi ekonomi yang ditimbulkan oleh program MBG. Melalui keterlibatan UMKM dan petani lokal sebagai pemasok bahan pangan, program ini dipandang mampu menggerakkan ekonomi daerah. Dengan demikian, MBG tidak hanya berorientasi pada gizi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan MBG. “Mari kita jadikan program ini sebagai gerakan kolektif. Dengan keterlibatan orang tua, guru, pelaku usaha, dan pemerintah, kita akan mewujudkan Bengkulu yang sehat, cerdas, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.