Arzeti Sebut Program MBG Jadi Jawaban Tepat Atasi Permasalahan Gizi Pada Anak
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Bogor, Jawa Barat (3/11) – Pemerintah telah menetaapkan empat kelompok penerima manfaat dalam program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Keempat kelompok penerima manfaat ini meliputi peserta didik PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penerima manfaat ini diharapkan dapat menjadi harapan baru bangsa dan membawa Indonesia dapat bersaing di kancah global dimasa depan.
Tim sosialisasi program MBG kali ini menggelar sosilisasikan program MBG di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (30/10). DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah memastikan makanan yang disediakan sudah mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.
Meski tak bisa hadir secara langsung, Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat menyampaikan empat kelompok penerima manfaat MBG ini merupakan generasi produktif yang dipersiapkan menuju Indonesia emas 2045. Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
“Melalui MBG, kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat mulai dari siswa PAUD hingga ibu hamil dan balita mendapatkan asupan gizi seimbang,” kata Achmad Ru’yat.
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. Anak-anak dengan rentang usia 6-12 tahun merupakan aset masa depan bangsa yang memiliki potensi besar dalam melanjutkan pembangunan Indonesia.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya di masa depan.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.