Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Felly Estelita: Program MBG Terus Dievaluasi untuk Mencapai Hasil Optimal

Minahasa Utara, Sulawesi Utara (15/10) – Ditengah kabar negatif mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menegaskan MBG terus dilakukan evaluasi oleh pemerintah untuk mencapai hasil maksimalnya. Hal itu disampaikan Felly Estelita saat sosialisasikan program MBG di Minahasa Utara, pada Selasa (14/10).

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita menekankan bahwa program MBG masih terus dilakukan perbaikan agar manfaatnya dapat benar-benar dirasakan masyarakat luas. Dalam hal ini dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi salah satu elemen yang wajib diperhatikan karena mempunyai peran krusial.

Saya menyadari bahwa dalam pelaksanaannya masih ada kekurangan dan tantangan di lapangan. Karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan agar program ini benar-benar tepat sasaran,” ujar Felly Estelita.

Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah Sulawesi Utara. Menurutnya, ketersediaan dapur merupakan kunci keberhasilan program.

“Saat ini di Minahasa Utara baru tersedia sembilan dapur dari total dua puluh satu yang dibutuhkan. Saya berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan dapur-dapur baru agar pelayanan gizi bagi masyarakat bisa lebih optimal,” tegasnya.

 

Realisasi program MBG tidak dapat dicapai tanpa adanya dukungan konkret dan kesadaran kolektif dari seluruh pihak. Untuk itu, Badan Gizi Nasional membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat yang ingin berkontribusi secara langsung, baik melalui kemitraan dalam pelaksanaan SPPG (Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi), maupun melalui edukasi kepada masyarakat dan keluarga mengenai pentingnya akses terhadap makanan bergizi secara merata dan berkelanjutan.

Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

 

 

 

 

Artikel Terkait