Arzeti Sebut Program MBG Jadi Jawaban Tepat Atasi Permasalahan Gizi Pada Anak
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Manado, Sulawesi Utara (3/11) – Gizi menjadi prioritas terdepan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski begitu, MBG juga dirancang agar dapat meningkatkan perekonomian warga lokal dengan berperan aktif dalam menjalankan program strategis nasional ini. Hal itu disampaikan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, saat sosialisasikan program MBG di Karambosan Utara, Kecamatan Wanea, Kota Manado pada Jumat, (31/10).
DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menyampaikan program MBG juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
“Program Makan Bergizi Gratis tidak sekadar memenuhi kebutuhan gizi anak, tapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal di sekitar Sekolah Pemberi Pangan Gizi (SPPG). Kami berharap masyarakat turut aktif mengawasi pelaksanaannya agar tepat sasaran dan transparan,” ucap Felly Estelita.
Realisasi program MBG tidak dapat dicapai tanpa adanya dukungan konkret dan kesadaran kolektif dari seluruh pihak. Untuk itu, Badan Gizi Nasional membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat yang ingin berkontribusi secara langsung, baik melalui kemitraan dalam pelaksanaan SPPG maupun melalui edukasi kepada masyarakat dan keluarga mengenai pentingnya akses terhadap makanan bergizi secara merata dan berkelanjutan.
Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.