Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Gembleng Program MBG, Kabupaten Bandung Sudah Terdapat 11 Dapur Sehat

Bandung, Jawa Barat – Legislator DPR RI menyatakan komitmennya dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komisi IX DPR RI bersama dengan mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program MBG untuk mewujudkan generasi sehat Indonesia.

Dalam sosialisasi yang dilakukan terhadap ratusan warga Kabupaten Bandung, Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy mengungkapkan bahwa program MBG merupakan program nasional yang menjadi investasi besar Indonesia dimasa mendatang. Untuk itu dapur sehat atau Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi penggerak utama dalam menjalankan program MBG.

Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IX yang membidangi kesehatan, kesejahteraan rakyat, dan ketenagakerjaan, berharap program MBG bisa meningkatkan gizi dan mengurangi kasus angka stunting di Masyarakat khususnya di Kabupaten Bandung.

Di Kabupaten Bandung, Program Makan Bergizi Gratis ini sudah berdiri lebih dari sebelas dapur sehat (SPPG) yang tersebar dibeberapa kecamatan. Kita semua berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan dirasakan oleh seluruh anak-anak kita,” tutur Asep Romy saat sosialisasikan program MBG Rabu, 26 Maret 2025.

Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Termasuk 45 – 50 petugas yang memasak makanan.

 

Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengelolaan limbah di setiap dapur MBG dengan ketat.

 

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

SDM berkualitas tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual dan keterampilan, tetapi juga dari kesehatan fisik dan mental yang optimal. Semua hal tersebut dipengaruhi oleh pola makan dan status gizi.

Sosialisasi serta edukasi mengenai pentingnya pola makan bergizi harus terus dilakukan pemerintah untuk saat ini agar memastikan perubahan perilaku yang positif dan menambah pengetahuan di masyarakat.

 

 

 

Artikel Terkait