Ashabul Kahfi saat melakukan sosialisasi MBG. Foto: Istimewa

Gembleng Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis, Ini Kata Ashabul Kahfi

 

Kota Makassar, Sulawesi Selatan – Kapoksi Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi sampaikan hal dasar dan mendasar terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu ia sampaikan dalam sosialisasi MBG di Kota Makassar Jumat, 14 Februari 2025.

Dalam sosialisasi tersebut, Kapoksi DPR RI Ashabul Kahfi menyampikan hal mendasar terkait permasalahan utama hingga terciptanya program Makan Bergizi Gratis.

Selain bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan gizi dimasyarakat. Program  Makan Bergizi Gratis juga didorong untuk melahirkan generasi yang produktif dan akan memiliki daya saing dalam meningkatkan prekonomian.

“Saat ini terdapat 70% pekerja Migran indonesia (TKI) pendidikannya SD, kalau SD bagaimana bisa bersaing dengan pekerja-pekerja dari negara lain? kalau dia memiliki kompetensi, dia minimal lulusan SMA atau sarjana, tentu akan bersaing dengan SDM dari negara lain. kalau dia produktif tidak akan jadi beban negara dan beban sosial,” tutur Ashabul Kahfi.

Dengan program baru ini diharapkan akan menumbuhkan pertumbuban ekonomi di daerah menjadi tumbuh. Salah satu tantangan bagi masyarakat adalah dengan menjalankan dapur program Makan Bergizi Gratis diwilayahnya masing-masing.

“Sumber-sumber bahan baku dari masyarakat, semuanya bergerak, melibatkan semua lapisan masyarakat. Dapur sampai saat ini baru terbentuk sebanyak 246 dapur di Indonesia,” tambahnya.

Ahsabul Kahfi juga menyampaikan terkait dapur yang dibutuhkan untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis ini.

“Di Sulsel baru ada 14 dapur, ada di Kecamatan Panakukang, terdapat 36.000 siswa, itu harus 10 dapur. Kapan itu? tunggu pasti ada gilirannya, semua butuh mekanisme, proses, SDM, infrastruktur, dan orang-orang yg berpengalaman memasak,” ungkap Ashabul.

Apapun juga ini kita patut syukuri, dengan program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan kedepan bisa menuntaskan persoalan kekurangan gizi dan stunting, sehingga kita bisa mendapatkan generasi yang berkualitas, cerdas dan sehat, yang dapat melahirkan generasi yang produktif dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Kalau generasi lemah, maka akan ketergantungan terhadap orang tua dan negara. contoh penerima PKH ada 10 juta orang, bantuan BNPT ada 27 juta orang, sebanyak 45 Triliun dalam setahun untuk kartu KIS yang dikeluarkan negara,” ucapnya.

Dengan kenyataan seperti itu, mau tidak mau negara harus turun tangan dan hadir mengatasi segala permasalahan yang terjadi saat ini. Untuk itu program Makan Bergizi Gratis diharapkan bisa berjalan dengan optimal.

Berdasarkan riset BGN, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. BGN fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional (MBG) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

 

 

Artikel Terkait