Arzeti Sebut Program MBG Jadi Jawaban Tepat Atasi Permasalahan Gizi Pada Anak
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Bekasi, Jawa Barat (7/11) – Peserta didik dari PAUD hingga SMA akan menjadi salah satu kelompok penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Memberikan gizi sejak dini khususnya ke anak sekolah dapat menjadikan tumbuh siswa maksimal dan meningkatkan kecerdasan anak. Pernyataan itu disampaikan Kepala Seksi Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Siti Aisah saat sosialisasikan program MBG yabg berlangsung di Aula Musdalifah, Asrama Haji Kota Bekasi, pada Rabu, (5/11).
DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Kepala Seksi Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Siti Aisah menyampaikan pentingnya program MBG untuk dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan siswa. Gizi yang tercukupi akan membuat siswa akan lebih fokus dalam belajar agar siap bersaing menjawab tantangan dimasa depan.
“Program makan bergizi gratis ini sangat membantu meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar peserta didik. Anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi cerdas dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Siti Aisah.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, sekolah, serta masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia.
Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.