Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Bandar Lampung, Lampung – Makanan Bergizi menjadi fondasi utama dalam mengatasi permasalahan stunting dan malnutrisi di masyarakat. Makanan bergizi mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh, berkembang, dan menjaga kesehatan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut.
Makanan berrgizi mengandung zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat. DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus menggalakan sosialisasi program MBG seperti yang dilakukan di Gedong Pakuon, Teluk Betung Selatan, Jumat, 27 Juni 2025.
Dalam sosialisasi program MBG, Wakil Ketua DPR RI Komisi XII Putri Zulkifli Hasan menegaskan bahwa makanan bergizi merupakan fondasi utama dalam mengatasi permasalahan gizi buruk.
“Gizi seimbang sejak dini adalah kunci untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal baik fisik, kognitif, maupun emosional,” tutur Putri Zulkifli.
“Karena itu, MBG dianggap sebagai langkah strategis dan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan Tangguh,” tambahnya.
Dengan pemenuhan gizi yang rutin dan seimbang, MBG menjadi langkah nyata mencegah stunting dan mendukung lahirnya Generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat dan cerdas.
Program MBG menyasar pada target utama yakni anak-anak yang akan menikmati menu makanan yang dirancang khusus dengan kombinasi protein hewani, karbohidrat, sayur-mayur, buah segar, dan susu atau produk olahannya.
Harapannya, pemenuhan gizi ini bisa membantu anak-anak tumbuh sehat dan menjadi generasi hebat yang siap bersaing di level dunia. Tidak hanya untuk anak-anak, program ini juga memberikan perhatian kepada ibu hamil, memastikan mereka mendapatkan asupan nutrisi yang cukup agar dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan sehat.
Program MBG tidak hanya bertujuan untuk mencegah stunting dan gizi buruk sejak masa kehamilan hingga usia pertumbuhan anak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya konsumsi pangan yang aman dan bergizi.