Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Kabupaten Kampar, Riau – Akses gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan dapat menekan tingginya kasus stunting dan malnutrisi di masyarakat. Program MBG merupakan inisiasi dari Presiden Prabowo dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat penguatan gizi.
Hal itu disampaikan tim sosialisasi program MBG DPR RI dan mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) saat sosialisasikan program MBG di Desa Tanjung Rambutan, Kabupaten Kampar Rabu, 18 Juni 2025.
Staf Koordinator Promosi dan Edukasi Gizi BGN Mohamad Fadil Alchoiri, menyampaikan mengenai pentingnya pemenuhan gizi dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak dimasa depan.
“Masyarakat yang terpenuhi gizinya akan berdampak langsung pada penurunan angka stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia secara umum,” tutur Mohamad Fadil Alchoiri.
Program MBG adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap generasi penerus bangsa. Dengan adanya makanan bergizi yang disediakan setiap hari, anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan yang cukup tetapi juga bisa lebih fokus dalam belajar.
Anggota Komisi IX DPR RI Sahidin juga menegaskan bahwa program MBG akan menyasar pada 4 kelompok penerima manfaat yang difokuskan kepada peserta didik.
“BGN ini menegaskan bahwa sasaran utama program ini adalah siswa sekolah serta kelompok non-peserta didik seperti ibu hamil, menyusui, dan balita,” ucap Sahidi.
Pemerintah juga akan menjamin mengenai makanan yang disediakan sudah mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.
Visi ini menekankan bahwa SDM yang berkualitas adalah pondasi dari kemajuan bangsa. SDM berkualitas tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual dan keterampilan, tetapi juga dari kesehatan fisik dan mental yang optimal, yang semuanya dipengaruhi oleh pola makan dan asupan gizi.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.