Arzeti Sebut Program MBG Jadi Jawaban Tepat Atasi Permasalahan Gizi Pada Anak
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Bekasi, Jawa Barat (3/11) - Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju dimasa depan.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Puteri Anetta saat sosialisasikan program MBG di Kantor Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (31/10). MBG adalah sebuah fondasi kuat dalam melahirkan generasi berkualitas dan cerdas.
“Program MBG bukan hanya soal makanan, tetapi investasi masa depan bangsa. Melalui penyediaan gizi yang cukup bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui, kita menyiapkan fondasi kuat bagi kemajuan Indonesia,” tutur Puteri Anetta.
Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak. Oleh karena itu, memastikan asupan nutrisi yang memadai di usia dini menjadi prioritas utama dalam MBG.
Pemenuhan gizi sejak dini adalah fondasi untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul. Pemeirntah akan memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali wajub mendapatkan akses terhadap makanan bergizi dan berada dilingkungan yang sehat.
Saat ini Indonesia dihadapkan pada fenomena intergenerational malnutrition, di mana Indonesia mengalami triple burden of malnutrition, yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan mikronutrien secara bersamaan, yang terjadi sejak masa kehamilan, kelahiran, hingga fase pertumbuhan anak. Permasalahan gizi ini umumnya disebabkan oleh asupan yang tidak memadai sesuai kebutuhan tubuh, serta praktik konsumsi yang tidak tepat dan tidak aman,
Untuk itu program MBG hadir dengan membawa harapan baru yang jauh lebih besar dengan memberikan penguatan gizi sejak dini. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya dimasa depan.