Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Kasus Stunting di Indonesia Mengkhawatirkan, Program MBG Hadir Menjadi Solusi

 

Makassar, Sulawesi Selatan – Kasus angka stunting di Indonesia saat ini kondisinya cukup mengkhawatirkan. Program andakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto hadir menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi dalam sosialisasi MBG Jumat, 28 Februari 2025.

Program yang telah diluncurkan pemerintah pada 6 januari 2025 lalu ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi.

Kasus angka stunting yang cukup tinggi di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan karena berada di urutan kedua Asia Tenggara. Kondisi jelas harus diperbaiki dengan melakukan perubahan, salah satunya yakni melalui program MBG.

“Indonesia masih mengalami kasus angka stunting yang cukup tinggi, Indonesia berada di urutan kedua Asia Tenggara dengan sekitar 4 juta anak yang mengalami stunting. Oleh karena itu salah satu solusinya adalah adanya program MBG”. terang Ashabul Kahfi dalam sosialisasi MBG

 

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Indonesia punya potensi yang cukup besar, karena ada bonus demografis, karena ada 60% indonesia pada usia produktif. Ketika usia produktif tidak memliki sdm yang berkualitas, maka jadi bahaya. Inilah yang menjadi tanggungjawab negara,” ungkapnya.

 

Kurangnya asupan gizi bagi setiap individu akan berdampak terhadap masa depan seseorang. Untuk pemerintah hadir dengan program MBG sebagai solusi untuk melahirkan SDM berkualitas di masa depan.

SDM tidak berkualitas maka lapangan pekerjaan juga makin sempit. Semua manusia ingin hidup aman, nyaman, tapi terkadang kondisi yang membuat mereka tidak seperti itu, maka hadirnya negara untuk solusi bagi itu”. tambah Ashabul.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

Artikel Terkait