Anggota Komisi IX DPR RI Nuroji pada Sosialiasi Program MBG. Foto: Istimewa

Kata Anggota Komisi IX DPR RI Nuroji saat Sosialisasikan Program MBG

Bekasi, Jawa Barat – Anggota Komisi IX DPR RI Nuroji bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengatasi stunting dan malnutrisi di Indonesia.

DPR RI bersama BGN terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menyampaikan bahwa BGN akan memegang kendali dalam menjalankan program MBG. Meski begitu, BGN tetap membutuhkan peran serta masyarakat untuk membantu kelancaran program strategis nasional ini.

Badan Gizi Nasional berperan dalam mengatasi permasalah gizi di Indonesia, serta bagaimana kita bisa bersama-sama mengatasi masalah tersebut. Untuk itu mari kita bersinergi bersama dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat khususnya di kota Bekasi,” papar Nuroji saat sosialisasikan program MBG di Bekasi pada Senin, 23 Juni 2025.

Program MBG ini memiliki landasan hukum yang kuat melalui peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 dan merupakan bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Realisasi program MBG tidak dapat dicapai tanpa adanya dukungan konkret dan kesadaran kolektif dari seluruh pihak. Untuk itu, Badan Gizi Nasional membuka ruang kolaborasi kepada masyarakat yang ingin berkontribusi secara langsung, ataupun melalui kemitraan dalam pelaksanaan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Secara keseluruhan, sosialisasi ini menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis adalah investasi krusial bagi masa depan bangsa, yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan tata kelola yang profesional untuk mencapai potensi maksimalnya.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah stunting dan gizi buruk sejak masa kehamilan hingga usia pertumbuhan anak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya konsumsi pangan yang aman dan bergizi.

Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai fondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.(*)

Artikel Terkait