Arzeti Sebut Program MBG Jadi Jawaban Tepat Atasi Permasalahan Gizi Pada Anak
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Jember, Jawa Timur (4/11) - Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bukti nyata keberpihakan negara terhadap rakyat, terutama dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Menurutnya, kebermanfaatan MBG tidak hanya dirasakan oleh anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
“Program ini adalah bentuk kasih sayang negara kepada rakyatnya. Ketika anak-anak dan ibu mendapatkan asupan gizi yang cukup, kita sedang menyiapkan masa depan bangsa yang lebih kuat dan berdaya saing,” ujar Kawendra dalam kegiatan sosialisasi MBG di Kabupaten Jember, Senin (3/11). Ia menambahkan bahwa dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program ini di seluruh daerah.
Kawendra menilai, manfaat MBG tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi di tingkat lokal. Melalui sistem dapur MBG, program ini akan melibatkan petani, pelaku UMKM, dan tenaga kerja di sekitar lokasi pelaksanaan, sehingga manfaatnya berlipat ganda bagi masyarakat.
“Selain memperbaiki gizi masyarakat, MBG juga menggerakkan roda ekonomi di desa-desa. Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang digelontorkan pemerintah juga berputar untuk kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sub Bagian Tata Usaha KPPG Jember, Suhaidi, menjelaskan bahwa MBG merupakan bagian dari visi besar pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan.
Melalui program MBG, pemerintah berupaya mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan produktif. Dengan keterlibatan aktif masyarakat serta dukungan penuh dari DPR RI, program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan kebermanfaatan nyata bagi bangsa dan negara.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.