Sosialisasi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat. Foto: Istimewa.

Ketentuan dalam Mendirikan Dapur Sehat Sebagai Pendukung Program MBG

 

Bekasi, Jawa Barat – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi elemen utama untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur Sehat atau SPPG merupakan istilah penting karena menyangkut acuan dalam pelaksanaan layanan publik yang berkaitan dengan pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak sekolah.

Direktorat Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi pemberdayaan masyarakat untuk mendukung program MBG di Bekasi Rabu, 18 Juni 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan Rima Nurisa Brahmani yang merupakan perwakilan BGN.

Badan Gizi Nasional hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program-program gizi di tingkat nasional maupun di daerah. Selain gizi, program MBG berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi lokal. BGN bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan ke SPPG.

“Satu SPPG mempunyai sasaran utama 3000 anak sekolah dengan jarak 15 sampai 20 menit dari dapur ke sekolah, dan menu makanan yang disediakan harus bervariasi dan wajib di perhatikan nilai gizi dari setiap makanan tersebut,” terang Rima Nurisa Brahmani.

Setiap dapur MBG dikelola oleh seorang kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Satu SPPG akan menyerap 45 - 50 petugas untuk menyiapkan makanan.

Untuk menjangkau penerima manfaat diseluruh Tanah Air, setidaknya pendirian SPPG membutuhkan sekitar 30.000 dapur sehat yang akan dibangun diseluruh Indonesia.

Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan dapat semakin berkembang dan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatan gizi anak-anak Indonesia.

 

MBG yang merupakan program andalan presiden Prabowo Subianto dibentuk sebagai langkah nyata pemerintah dalam mengatasi tingginya kasus gizi buruk di Indonesia.

“Stunting dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik, meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, dan mengancam perkembangan kognitif bagi seseorang,” imbuh Rima.

Badan Gizi Nasional berkomitmen penuh untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak guna mewujudkan program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi nyata bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional adalah lembaga atau institusi di Indonesia yang memiliki tugas untuk merumuskan, mengkoordinasikan, dan mengawasi kebijakan serta program terkait gizi masyarakat secara nasional. Tujuan utama dari BGN adalah untuk meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia melalui pendekatan multisektoral, ilmiah, dan berbasis data.

 

 

Artikel Terkait