Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Sleman, Yogyakarta (6/7) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta masyarakat. Kerja sama ini menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan terpenuhi secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang digelar di Hotel Alana Yogyakarta pada 2–4 Juli 2025, BGN menegaskan bahwa MBG tidak hanya program bantuan pangan, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan menggandeng UMKM, petani, dan nelayan, rantai pasok pangan sehat dibangun dari hulu ke hilir bersama-sama.
“Badan Gizi Nasional hadir bukan hanya untuk memastikan gizi anak-anak terpenuhi, tetapi juga untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah,” jelas Rima Nurisa Brahmani, perwakilan BGN.
Program MBG di Yogyakarta akan menyasar ribuan anak sekolah dalam radius 15 menit dari dapur sehat. Dalam rantai pasok ini, petani lokal, nelayan, hingga UMKM pangan akan menjadi mitra strategis, sehingga manfaat program tidak hanya meningkatkan kesehatan anak, tetapi juga menumbuhkan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi ini disambut baik oleh pemerintah daerah serta komunitas usaha lokal. Menurut Punik Mumpuni Wijayanti, gizi yang baik hanya bisa terwujud bila masyarakat dan pelaku usaha turut aktif menjadi bagian dari gerakan bersama.
“UMKM pangan punya posisi strategis sebagai agen perubahan. Mereka setiap hari menyajikan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Karena itu, keterlibatan mereka dalam program MBG sangat penting untuk mewujudkan Jogja yang sehat dan lestari,” ujarnya.
Sementara itu, Titik Susilowati menambahkan, tujuan utama MBG adalah mengurangi malnutrisi dan stunting yang masih menjadi tantangan nasional. Melalui penyediaan makanan sehat di sekolah, diharapkan kualitas pendidikan juga meningkat karena siswa dapat lebih fokus belajar.
Program MBG di Yogyakarta menjadi contoh nyata bagaimana sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bisa melahirkan dampak ganda: peningkatan kualitas gizi sekaligus penguatan ekonomi lokal. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.