RUU Disahkan DPR, LPSK Akan Bentuk Perwakilan Lembaga di Daerah
Wakil Ketua LPSK Susilaningtias menyebut perwakilan LPSK didaerah tidak sembarangan dan ada ketentua
Bekasi, Jawa Barat – Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) tengah gencar melakukan sosialisasi program MBG. Dalam sosialisasi program andalan pemerintahan Prabowo – Gibran, pemerintah akan menjamin program ini akan menjangkau hingga ke wilayah pelosok.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi.
Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni menyingung mengenai anggaran yang digunakan untuk program MBG. Dalam hal ini, pemerintah sudah menyiapkan anggaran yang besar termasuk untuk menjangkau wilayah-wilayah di pelosok.
“Saya akan terus mendorong kebijakan dan alokasi anggaran yang tepat guna memperluas jangkauan program ini. Terutama di wilayah-wilayah terpencil yang rentan terhadap permasalahan gizi,” terang Obon Tabroni.
Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan baik dan berkualitas.
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
“Harapan dengan diadakannya program makan bergizi gratis ini, yaitu dapat memberikan hasil nyata yaitu penurunan angka stunting. Peningkatan kesadaran masyarakat teantang pentingnya gizi seimbang,” sambung Obon.
Program MBG yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia ini memakan anggaran awal Rp. 71 triliun untuk menjangkau 17,5 juta penerima manfaat hingga September 2025. Namun Menurut Menteri Keuangan, anggaran program ini akan ditambah Rp. 100 triliun, sehingga menjadi Rp 171 triliun. Bila ditambah Rp. 100 triliun, bisa menyasar 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun 2025.
Program MBG resmi diluncurkan pemerintah pada 6 Januari 2025 lalu dan secara bertahap akan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Program ini jadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi dan mengurangi kasus stunting di Indonesia.