Arzeti Sebut Program MBG Jadi Jawaban Tepat Atasi Permasalahan Gizi Pada Anak
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Bekasi, Jawa Barat (10/11) – Anak-anak peserta didik akan menjadi fokus terdepan dalam kebijakan baru program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan bergizi dan nutrisi seimbang diharapkan dapat menjadikan anak-anak disekolah menjadi lebih fokus dalam belajar dan meraih prestasi disekolah. Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI, terus melakukan sosialisasi Program Makanan Bergizi Gratis seperti yang saat ini bertempat di Aula Asrama Haji, Kota Bekasi pada Minggu, (9/11).
Mengutip laman resmi Badan Gizi Nasional bgn.go.id data dari UNICEF tahun 2023 mencatat bahwa Indonesia memiliki 72 juta anak, sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah anak terbanyak ketujuh di dunia. Fakta ini semakin memperkuat urgensi membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat secara fisik dan mental melalui pendekatan yang sistematis dan menyeluruh, termasuk di bidang gizi.
Dalam sosialisasi program MBG kali ini, Anggota Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan, yang hadir melalui video daring menyampaikan harapan baru yang lebih baik dengan adanya program ini. Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan.
“Program ini bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi tentang menghadirkan kesempatan bagi generasi kita tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak yang sulit belajar karena kekurangan gizi,” ucap Sukur H. Nababan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni melakukan pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya di masa depan
Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak. Oleh karena itu, memastikan asupan nutrisi yang memadai di usia dini menjadi prioritas utama.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.