Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Masyarakat Harus Berperan Aktif Menjadi Petugas Dapur Makan Bergizi Gratis

Tulungagung, Jawa Timur – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makanan bergizi menjadi motor utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur MBG nantinya akan dijalankan oleh masyarakat yang bertempat tinggal didaerah tersebut dengan diawasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. BGN fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional (MBG) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam setiap dapur MBG akan dikelola oleh seorang kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Termasuk 45 - 50 petugas yang memasak makanan.

“Untuk setiap SPPG yang beroperasi harus menyerap tenaga kerja dan sumber daya yang berada dalam wilayah SPPG tersebut,” Ucap Wisnu Wahyu Hardjanto sebagai perwakilan dari Komisi IX DPR RI Kamis, 20 Maret 2025.

Setiap SPPG yang sudah beroperasi akan dikepalai oleh seorang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang di tetapkan oleh BGN bersama satu orang akuntan dan satu orang ahli gizi, serta 44 tenaga kerja yang harus diambil dari dalam wilayah SPPG.

Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengelolaan limbah di setiap dapur MBG dengan ketat.

 

Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan baik dan berkualitas.

Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Program MBG dipersiapkan akan menjangkau anak usia dini, pendidikan dasar hingga menengah, serta lembaga pendidikan agama seperti pesantren dan seminari sebagai penerima manfaat.

Program MBG dirancang untuk menjangkau anak usia dini, pendidikan dasar hingga menengah, serta lembaga pendidikan agama seperti pesantren dan seminari.

 

Program MBG merupakan investasi jangka panjang yang bertujuan untuk mencetak generasi emas di tahun 2045, melalui pemenuhan gizi dalam tingkat nasional.

 

Artikel Terkait