Tiga Perempuan Terkaya di Asia Versi Forbes 2026
Savitri Jindal & family jadi perempuan terkaya di Asia dan peringkat ke 7 di dunia.
Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) – Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar sebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi faktor kunci dalam melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Hal itu, Muazzim ungkapkan dalam sosialisasi MBG di Lembar Kamis, 20 Februari 2025
Program sosialisasi yang dimotori oleh DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) ini dihadiri kurang lebih 300-an peserta. Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi dan mengatasi kasus stunting di masyarakat.
Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. BGN fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional (MBG) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar menyampaikan terkait faktor utama dalam mendukung terciptanya SDM yang unggul.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia dengan memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak,” terang Muazzim.
Program Makan Bergizi Gratis tentu sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.
“Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan SDM yang unggul untuk menciptakan generasi emas yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan di era globalisasi dunia,” sambungnya.
Muazzim Akbar juga mengigatkan kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis ini agar bisa berjalan optimal.
“Sosialisasi seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum, memahami peran dan fungsi Badan Gizi Nasional serta dapat berkontribusi aktif dalam mendukung program-programnya,” jelas Muazzim.
Berdasarkan riset BGN, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.