Makna dan Sejarah Hari Kartini yang Diperingati Setiap 21 April
Momen Hari Kartini menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali perjuangan Kartini dalam memperjua
Kolaka, Sulawesi Tenggara (7/10) – Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Mangolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Minggu (5/10). Kegiatan ini menegaskan keseriusan negara dalam memperkuat kualitas gizi anak-anak Indonesia sebagai investasi jangka panjang.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ahmad Safei, menegaskan bahwa program ini tidak boleh dipandang sebagai sekadar kegiatan bagi-bagi makanan, melainkan sebagai terobosan strategis untuk membangun fondasi bangsa.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat. Fokus utama kami bukan sekadar menurunkan angka stunting, tetapi menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Jangan sampai anak-anak kita kalah bersaing hanya karena masalah gizi,” ujar Ahmad Safei dengan nada tegas.
Ia menambahkan, DPR RI akan terus melakukan fungsi pengawasan agar pelaksanaan MBG benar-benar tepat sasaran.
“Kami tidak ingin program ini hanya menjadi seremonial. DPR RI akan mengawal secara ketat agar distribusi makanan transparan, kualitasnya sesuai standar gizi, dan manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak sekolah. Ini bukan proyek jangka pendek, tetapi investasi bangsa,” lanjutnya.
Selain itu, Safei juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Guru, orang tua, hingga pelaku UMKM lokal harus dilibatkan agar efek program ini tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi daerah.
“Setiap piring makanan yang dibagikan harus punya nilai gizi dan nilai ekonomi. UMKM lokal wajib diberi ruang untuk ikut berkontribusi. Dengan begitu, program ini tidak hanya mengenyangkan anak, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, DPR RI bersama pemerintah menegaskan komitmennya bahwa Program MBG akan terus diperjuangkan sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan. Dengan demikian, anak-anak Indonesia diharapkan tumbuh sehat, cerdas, dan tangguh menghadapi masa depan.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.