Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka menuju generasi sehat Indonesia. Program MBG dirancang untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka kasus stunting dan malnutrisi.
Pernyataan itu diungkapkan oleh anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar saat sosialisasikan program MBG di Kecamatan Suela Senin, 12 Mei 2025. Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis.
Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar mengungkapkan mengenai rencana pembangunan Koperasi “Desa Merah Putih” yang akan didukung anggaran sebesar Rp. 5 miliar per koperasi. Koperasi ini akan menjual kebutuhan pokok dengan harga terjangkau demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tak hanya itu, BUMDes juga didorong untuk mengalokasikan 20% dari total anggaran mereka guna mendukung operasional Program MBG, sebagaimana arahan dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
“Melalui sosialisasi ini, diharapkan Kecamatan Suela menjadi wilayah yang aktif dan strategis dalam mendukung pelaksanaan Program MBG, sebagai bagian dari upaya besar bangsa menuju generasi sehat dan unggul,” ujar Muazzim.
Program MBG adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap generasi penerus bangsa. Dengan adanya makanan bergizi yang disediakan setiap hari, anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan yang cukup tetapi juga bisa lebih fokus dalam belajar.
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.