Obet Rumbruren saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa

Menuju Indonesia Cerdas Lewat Program Makan Bergizi Gratis

Manokwari, Papua Barat  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan memberikan asupan gizi, pemerintah berharap akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI Obet Rumbruren saat sosialisasikan program MBG Senin, 2 Juni 2025.  Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak-anak dan balita untuk mengurangi kasus stunting dan malnutrisi di Tanah Papua.

"Program makan bergizi gratis ini adalah inisiatif pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo, bertujuan untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui," ucap Obet Rumbruren.

Lebih lanjut, anggota Komisi IX DPR RI itu juga menyampaikan mengenai pentingnya program pendidikan gratis dan kesehatan gratis bagi masyarakat di Papua. Ia menekankan perlunya pemisahan alokasi dana APBN, APBD, dan dana khusus lainnya untuk pendidikan dan kesehatan secara jelas dan terarah.

 

Program MBG menjadi titik awal dalam membentuk generasi bangsa yang sehat, unggul, dan berdaya saing tinggi. Hanya dengan komitmen bersama dan integritas dalam pelaksanaannya, visi menciptakan masyarakat Indonesia yang cerdas dan tangguh dapat diwujudkan secara nyata.

Program MBG yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia ini memakan anggaran awal Rp. 71 triliun untuk menjangkau 17,5 juta penerima manfaat hingga September 2025.

Namun Menurut Menteri Keuangan, anggaran program MBG akan ditambah menjadi Rp.100 triliun, sehingga menjadi Rp 171 triliun. Bila ditambah Rp. 100 triliun, bisa menyasar 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun 2025.

 

Program MBG juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

 

 

 

 

Artikel Terkait