Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa.

Muazzim: Dapur Sehat Harus Segera Dibangun di Kecamatan Lenek

Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat – Dapur Sehat atau biasa disebut dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi elemen utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembangunan SPPG harus segera dilakukan demi memperluas jangkauan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.

Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, menyampaikan hal tersebut saat sosialisasikan program MBG di Kecamatan Lenek, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Selasa, 17 Juni 2025Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini.

“Yang dibutuhkan Kecamatan Lenek ini adalah segera dibangun SPPG atau siapa yang mau menjadi Mitra SPPG agar segera menghubungi BGN untuk diberikan panduan,” tutur Muazzim Akbar.

Dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi akan banyak memberdayakan masyarakat sekitar, minimal 1 SPPG harus menyiapkan 3.000 porsi dan membutuhkan kurang lebih 50 petugas.

Lebih lanjut, Muazzim juga menyampaikan bila Koperasi dan BUMDES, toko atau supplier yang dimiliki atau dikelola oleh warga sekitar SPPG juga akan otomatis mendapat pemasukan untuk kebutuhan bahan pangan SPPG.

“Kepala Desa bisa mengalokasikan total 20 persen dari anggaran dana desa digunakan untuk program MBG,” ungkapnya.

Senada, anggota DPRD Lombok Timur, M Zaini, menekankan mengenai keberadaan Dapur SPPG dapat menjadi sarana untuk memberdayakan komoditas lokal dari masyarakat sekitar, guna memenuhi kebutuhan pangan bergizi dalam program ini.

“Salah satu kegunaannya yakni seperti memanfaatkan komiditas lokas beras, telur dan sayuran untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kecamatan Lenek,” ucap Zaini.

Melalui kolaborasi dan gotong royong, dapat menjadikan program Makan Bergizi Gratis ini sebagai tonggak penting menuju Indonesia yang lebih sehat, lebih sejahtera, dan lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.(*)

Artikel Terkait