Makna dan Sejarah Hari Kartini yang Diperingati Setiap 21 April
Momen Hari Kartini menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali perjuangan Kartini dalam memperjua
Semarang, Jawa Tengah (7/10) – Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis yang harus mendapat dukungan penuh dari semua pihak. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan sosialisasi MBG di Gedung Balai Bahasa PNFI Ungaran, Kabupaten Semarang, Minggu (5/10).
Dalam sambutannya, Muh Haris menekankan bahwa MBG tidak boleh dipandang sebatas pembagian makanan gratis. Menurutnya, kebijakan ini adalah instrumen penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini.
“Program MBG hadir bukan hanya untuk membuat masyarakat kenyang, tetapi untuk memastikan kebutuhan gizi siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui terpenuhi dengan baik. Tujuan akhirnya adalah membangun generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Muh Haris.
Ia menambahkan, tantangan bangsa di masa depan sangat bergantung pada kualitas anak-anak hari ini. Apabila kebutuhan gizi mereka terabaikan, maka pembangunan jangka panjang akan terganggu. Oleh sebab itu, program MBG disebutnya sebagai investasi besar bangsa.
“Kita tidak bisa menunggu. Stunting, gizi ganda, hingga keterbatasan akses pangan bergizi harus dijawab dengan solusi nyata. MBG adalah jawaban itu,” ujarnya.
Lebih jauh, Muh Haris juga mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjalankan MBG dengan empat prinsip utama, yakni pemenuhan kalori, keseimbangan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
“Standar inilah yang menjadikan MBG lebih dari sekadar program bantuan sosial, melainkan kebijakan strategis untuk membentuk fondasi generasi masa depan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Muh Haris turut mengajak masyarakat Kabupaten Semarang untuk aktif mendukung dan memberi masukan. Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat.
Sosialisasi MBG di Kabupaten Semarang ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antarinstansi, akademisi, tenaga kesehatan, serta masyarakat. Melalui langkah bersama, cita-cita mewujudkan generasi emas Indonesia bukan sekadar wacana, tetapi bisa menjadi kenyataan.