Makna dan Sejarah Hari Kartini yang Diperingati Setiap 21 April
Momen Hari Kartini menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali perjuangan Kartini dalam memperjua
Madiun, Jawa Timur (15/10) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Kota Madiun. Melalui kegiatan ini, para anggota DPR RI menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan manusia dimulai dari pemenuhan gizi yang cukup sejak dini. Ia menyebut, fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi penentu masa depan anak, dan kelalaian pada masa ini akan berakibat permanen terhadap kualitas sumber daya manusia.
“Jika kebutuhan gizi di masa ini tidak terpenuhi, dampaknya bersifat permanen. Karena itu, pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan banyak pihak. Program MBG menjadi solusi konkret untuk memperkuat ketahanan gizi nasional,” ujar Netty saat sosialisasikan program MBG di Madiun pada Senin, (13/10).
“Kunci pencegahan stunting adalah kolaborasi, bukan kerja sendiri-sendiri,” tambahnya.
Senada, Meitri Citra Wardani, yang juga merupakan anggota DPR RI menyatakan bahwa Program MBG mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat, khususnya anak-anak. Menurutnya, MBG bukan sekadar program pemberian makanan, tetapi langkah strategis memperbaiki kualitas hidup masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
“Program ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan anak bangsa. MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal karena melibatkan UMKM, petani, dan koperasi,” ujarnya.
Selain itu, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Mochamad Halim, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG dijalankan dengan standar gizi dan keamanan pangan yang ketat. Ia menilai, keberhasilan program ini akan menciptakan efek berantai positif bagi masyarakat.
“Program ini bukan sekadar memberi makan, tetapi memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” jelas Halim.
Melalui sinergi antara DPR RI, BGN, dan masyarakat, Program MBG diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Partisipasi aktif masyarakat dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh lokal menjadi fondasi utama dalam memastikan program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan komitmen kuat dari seluruh elemen bangsa, Program MBG diharapkan tidak hanya menghapus masalah gizi buruk, tetapi juga melahirkan generasi yang sehat, berdaya saing, dan menjadi aset berharga bagi masa depan Indonesia.