Nurhadi saat sosialiasikan program Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Nurhadi Ceritakan Pengalamannya saat Kunjungi Dapur Makan Bergizi Gratis

Blitar, Jawa Timur – Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menceritakan pengalamannya saat mengujungi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Nurhadi melakukan kunjungan ke dapur MBG untuk memastikan dan melihat langsung proses produksi makanan bergizi di dapur MBG atau biasa disebut dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi saat mensosialisasikan program MBG untuk warga Blitar Minggu, 23 Maret 2025. Sosialisasi ini merupakan upaya pemerintah untuk mengedukasi dan menambah wawasan masyarakat mengenai program MBG.

Nurhadi menceritakan saat kunjungan dirinya sebelum bulan puasa ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) / Dapur umum pemenuhan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kepuh Tulungagung.

Dalam kunjungannya tersebut ia memastikan secara langsung proses produksi hingga pengiriman terkait Program Presiden Parabowo Makan Bergizi Gratis agar dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.


“Kabupaten Tulungagung memiliki 3 SPPG yg sudah beroperasi dan telah memberikan Makan Bergizi Gratis kepada ±9.000 penerima manfaat,”
terang Nurhadi.

Dengan demikian Nurhadi berharap, program MBG bisa dipercepat ke daerah lain khususnya di Kabupaten Blitar yang belum ada satupun SPPG yang beroperasi.

“Kedepannya akan lebih banyak lagi masyarakat yang akan menerima manfaat dan jangka panjangnya tidak ada lagi kasus stunting dan cita-cita untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing bisa tercapai guna menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045,” harapnya.

 

Meski telah berjalan di beberapa wilayah, program ini masih menghadapi tantangan, terutama terkait distribusi ke daerah-daerah terpencil. Pemerintah terus mencari solusi agar makanan bergizi dapat diakses secara merata hingga ke pelosok.

Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, program ini diharapkan dapat semakin berkembang dan menjadi solusi jangka panjang bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia.

 

 

Artikel Terkait