Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Bandung, Jawa Barat – Pemerintah melalui Komisi IX DPR RI dan mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) akan menjadi badan sekaligus pengawas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan hanya meningkatkan gizi saja, program MBG juga akan meningkatkan perekonomian warga setempat.
Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. BGN fokus dalam mendukung penuh program MBG untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Asep Romy Romana menegaskan bahwa hadirnya program ini akan membantu mengurangi angka gizi buruk, mencukupi gizi anak-anak, mencukupi gizi ibu hamil, dan membantu menanggulangi stunting.
“Program MBG juga akan membantu sektor perekonomian lokal di mana dapur MBG membeli bahan masakan dari pengusaha lokal atau dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDES),” tutur Asep Romy saat sosialisasikan program MBG Kamis, 24 April 2025.
“Program baru ini juga akan membuka lapangan kerja baru karena dapur untuk MBG membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit,” tambahnya.
Realisasi program ini tidak dapat dicapai tanpa adanya dukungan konkret dan kesadaran kolektif dari seluruh pihak. Untuk itu, Badan Gizi Nasional membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat yang ingin berkontribusi secara langsung, baik melalui kemitraan dalam pelaksanaan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG), maupun melalui edukasi kepada masyarakat dan keluarga mengenai pentingnya akses terhadap makanan bergizi secara merata dan berkelanjutan
Program MBG ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap generasi penerus bangsa. Dengan adanya makanan bergizi yang disediakan setiap hari, anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan yang cukup tetapi juga bisa lebih fokus dalam belajar.
Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.(*)