Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Pemerintah dan UMKM Lokal Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Program Makan Bergizi Gratis

 

Sleman, Yogyakarta (Jumat, 30/5) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah tidak hanya menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga membuka ruang besar bagi penguatan ketahanan pangan lokal. Sinergi antara pemerintah, petani, nelayan, dan UMKM di sektor pangan menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan program ini.

Direktorat Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi di Hotel Grand Keisha Sleman pada 28–29 Mei 2025. Kegiatan ini melibatkan para pelaku usaha dan komunitas lokal yang antusias mendukung keberlanjutan program MBG.

Perwakilan BGN, Rima Nurisa Brahmani, menegaskan bahwa MBG akan berjalan efektif bila ditopang oleh rantai pasok pangan lokal yang kuat.

“Program MBG membutuhkan bahan baku segar dan berkualitas. Inilah peluang besar bagi petani, peternak, dan nelayan untuk menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah,” jelas Rima.

BGN membuka akses kemitraan melalui platform mitrabgn.go.id, sehingga UMKM pangan dapat terhubung langsung sebagai penyedia bahan baku maupun produk olahan sehat.

Titik Susilowati, narasumber acara, menambahkan bahwa kolaborasi ini akan membentuk ekosistem pangan berkelanjutan.

“Ketahanan pangan dimulai dari kemandirian lokal. Jika petani kita sejahtera, nelayan berdaya, dan UMKM tumbuh, maka penyediaan gizi anak akan terjamin dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Sementara itu, praktisi UMKM muda Gunawan Widarto menyoroti pentingnya penguatan kapasitas usaha kecil agar mampu memenuhi standar kualitas pangan.

“Program MBG harus menjadi momentum bagi UMKM untuk naik kelas. Tidak cukup hanya modal, tapi juga pengelolaan bisnis, inovasi produk, dan pemenuhan standar gizi yang sesuai kebutuhan anak-anak sekolah,” ujarnya.

Dengan terbangunnya sinergi lintas sektor, Program MBG diharapkan menjadi instrumen ganda: memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi berkualitas sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah melalui rantai pasok pangan lokal.

Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing global.

 

Artikel Terkait