Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Kediri, Jawa Timur – Pemerintah akan menjamin nilai asupan gizi dalam sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) tercukupi dan sesuai dengan standar. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Nurhadi dalam sosialisasi program Makanan Bergizi Gratis kepada warga Kediri Sabtu, 15 Maret 2025.
Pada tahun 2024 prevalensi stunting di Indonesia adalah masih di angka 21,6 persen (Riskendas, 2024). Tentunya dengan hadirnya Program Makanan Bergizi Gratis diharapkan dapat mengurangi persentase tersebut pada tahun ini dan masa akan datang.
Program Makanan Bergizi Gratis menyediakan makanan mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.
Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyampaikan pentingnya program Makanan Bergizi Gratis ini dalam mendorong serta meningkatkan kualitas SDM dengan asupan gizi dan nutrisi yang tercukupi.
“BGN dibentuk oleh Presiden Prabowo dengan tujuan meningkatkan kualitas SDM melalui pemenuhan nutrisi yang memadai melalui program MBG,” terang Nurhadi.
Badan Gizi Nasional merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. Badan Gizi Nasional fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka. Program ini bertujuan meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi.
Program Makan Bergizi Gratis akan dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang akan didirikan di berbagai daerah. Setiap SPPG akan melayani sekitar 3.000 anak sekolah, ditambah 10 persen ibu hamil, ibu menyusui, dan anak perempuan di radius 0-6 kilometer.(*)