Arzeti Sebut Program MBG Jadi Jawaban Tepat Atasi Permasalahan Gizi Pada Anak
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Cirebon, Jawa Barat – (30/10) – Pemerintah akan menjamin program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjamim anak-anak khususnya peserta didik mendapat asupan gizi yang sesuai. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang menjalani program MBG juga menjamin mengenai angka kecukupan gizi kepada setiap penerima MBG.
Program Makan Bergizi Gratis akan menyasar pada 4 target utama, yaitu pelajar (PAUD hingga SMA sederajat dan santri), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. BGN menyediakan makanan yang sudah mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani menyampaikan komitmen pemerintah terhadap program MBG. Program strategis nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi yang cukup.
“Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang. Dengan pelaksanaan yang konsisten, MBG akan membantu menurunkan angka stunting serta mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif,” terang Netty Prasetiyani saat sosialisasikan MBG di Saladara Convention Hall, Kota Cirebon pada Kamis, (29/10).
Lebih lanjut, Netty juga menjelaskan pentingnya penerapan konsep Isi Piringku sebagai pedoman baru gizi seimbang yang menggantikan “4 Sehat 5 Sempurna”, karena lebih menekankan keseimbangan jenis dan porsi makanan sesuai kebutuhan tubuh.
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. Pemeritnah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia.
Mengutip laman resmi Badan Gizi Nasional bgn.go.id data dari UNICEF tahun 2023 mencatat bahwa Indonesia memiliki 72 juta anak, sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah anak terbanyak ketujuh di dunia. Fakta ini semakin memperkuat urgensi membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat secara fisik dan mental melalui pendekatan yang sistematis dan menyeluruh, termasuk di bidang gizi.