Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa.

Pemerintah Siap Bangun 30 Ribu Dapur Sehat di Seluruh Indonesia

 

Mataram, Nusa Tenggara Barat – DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) siap membangun total 30.000 ribu dapur sehat atau biasa disebut dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dapur sehat merupakan elemen utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar saat sosialisasikan program MBG di Mataram Rabu, 18 Juni 2025. Program MBG sendiri telah diluncurkan pemerintah pada 6 januari lalu dan secara bertahap akan menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

Komisi IX bersama BGN terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar menyampaikan bahwa pemerintah membutuhkan peran masyarakat dalam menjalankan program MBG. Masyarakat akan mempunyai peranan penting khususnya dalam kelancaran di dapur sehat.

“Keterlibatan masyarakat yang dapat dilakukan yaitu dapat membangun SPPG sesuai SOP dan menjadi mitra kerja BGN, Indonesia membutuhkan sekitar 30.000 dapur yang dibangun bersama dan melibatkan rakyat,” kata Muazzim Akbar.

Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, program ini diharapkan dapat semakin berkembang dan menjadi solusi jangka panjang bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia.

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Pemerintah juga akan menjamin mengenai makanan yang disediakan sudah mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.

 

Secara keseluruhan, sosialisasi ini menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis adalah investasi krusial bagi masa depan bangsa, yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan tata kelola yang profesional untuk mencapai potensi maksimalnya.

BGN dan Pemerintah diharapkan melanjutkan dan memperluas kegiatan sosialisasi serupa ke berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya di lingkungan akademisi, tetapi juga komunitas desa, perkotaan, dan pihak swasta. Penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan media yang beragam (digital, cetak, visual) penting untuk memastikan pesan sampai ke seluruh sasaran program, termasuk ibu hamil dan orang tua.

 

 

 

 

Artikel Terkait